Sunday, November 11, 2007

Festivals of the World

'Festivals of the world' merupakan tema kelas selama beberapa minggu terakhir ini. Budaya, maupun hal-hal yang menjadi ciri khas dari berbagai bangsa seperti Australia, Amerika Serikat, Belanda, Malaysia, Itali dan juga India, dibahas bersama anak-anak. Aktifitas dikelas juga diperkaya dengan datangnya beberapa tamu dari Australia, Amerika Serikat dan India. Mereka pun bercerita mengenai hal-hal yang menarik di negara mereka. Ada juga kegiatan masak pizza di Papa Ron's dan membuat samosa India. Begitu enjoynya mengolah adonan samosa, sampai di PG, Ola, Keke dan Adam tidak mau berhenti...'Ayo bergantian menggiling adonan, lalu mencetak menjadi lingkaran..terus tambahkan isinya, kemudian dibuat menjadi segitiga' kata Kak Tri. Hmmm..'enak banget wangi samosanya' kata Keke.

Begitu banyak konflik yang terjadi karena perbedaan, baik itu perbedaan pada agama ataupun budaya. Melalui tema ini, kami bertujuan untuk memperkenalkan pada anak-anak budaya yang beraneka ragam di dunia ini. Dengan mengenal sejak dini, harapan kami adalah mereka bisa tumbuh menjadi lebih tolerant terhadap orang lain. SDC

Sunday, September 16, 2007

Bintang Damai di Saraswati

Mengajarkan damai pada anak-anak usia dini bukan merupakan hal yang sulit. Anak-anak ternyata sudah punya persepsi sendiri mengenai apa itu ‘damai’…Berikut dialog yang terjadi di kelas TK:

Nanda: Damai itu tidak berlari-lari di dalam kelas nanti berantem; tidak semaunya, tidak egois.
Kak Herly: Nanda emang tahu artinya egois?
Nanda: tahu dong, kak..egois itu mau menang sendiri.
Giscka: Damai itu seperti puteri raja yang baik hati.
Vira: Damai itu tidak berkelahi.
Herrel : tidak boleh berebutan balok.
Vaza: tidak berebutan mainan, tapi Vaza tidak bisa damai dengan abang Devan …..
Karena abang Devan suka tukar mainan yang lama dengan mainan Vaza yang baru.
Karena abang Devan dilahirkan di Malang, Vaza di Rumah Sakit Graha.
Kak Herly: Damai itu hidup rukun. Vaza harus bicara dengan abang Devan bahwa mainannya tidak mau ditukar. Sekalipun tempat lahir berbeda, kita harus damai.
Vaza: Ok deh, Kak Herly!

Anak-anak kemudian membuat bintang damai...diberi glitter supaya bintang damai bersinar cemerlang, dan dengan riang menyanyikan lagu ‘Akulah bintang damai’.
Beberapa hari kemudian, arti damai tetap melekat pada hati anak-anak… saat mendiskusikan mengenai mainan dan makanan dari Cina yang tidak aman bagi anak-anak, Giscka pun mengatakan..’Kak, orang-orang itu kan ngga belajar bintang damai seperti kita, ya, makanya mereka membuat yang tidak baik bagi orang lain…”