Perayaan Kartini yang dirayakan
Prasekolah Saraswati kali ini agak sedikit berbeda karena bersamaan dengan
kegiatan parents day. Parents Day merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan
oleh Prasekolah Saraswati 1x ditiap semesternya, dalam kegiatan Parents day,
semua aktivitas di siapkan semua oleh para orang tua, mulai dari tema acara,
cerita campai permainan di dukung oleh orang tua.
Untuk acara kali ini, para orang
tua memilih tema Indonesian Heritage. Disini anak-anak diperkenalkan berbagai
macam makanan tradisional yang saat ini sudah agak sulit ditemukan juga
berbagai permainan tempo dulu, seperti membuat mobil-mobilan dari jeruk bali,
anak-anak membuat mobil-mobilan di bantu oleh salah satu orang tua. Anak-anak
sangat antusias sekali, selain itu anak-anak juga diperkenalkan permainan
engrang yang terbuat dari batok kelapa dan anak-anak pun mencoba menggunakan
engrang, anak-anak juga diajak bermain gangsing, lompat karet dll.
Kegiatan yang tidak kalah seru adalah
saat anak-anak menghias nasi tumpeng, disini dengan bantuan arahan dari orang
tua, mereka berkreatifitas menghias nasi tumpeng dengan menggunakan berbagai
macam lauk-pauk yang sudah disiapkan sebelumnya oleh orang tua.
Saat makan siang semua anak,
orang tua dan guru menikmati hidangan nasi tumpeng yang sebelumnya dihias oleh
anak-anak.
Waktu pulang pun tiba, anak-anak
pulang dengan membawa bingkisan berupa makanan ringan tempo dulu yang dikemas
dalam “besek bambu” yang sebelumnya telah dilukis oleh anak-anak.
Saat story telling, teacher membacakan buku cerita berjudul “a kiss goodnight” yang menceritakan tentang kecupan selamat malam ke papa dan mama saat sebelum tidur.
Setelah cerita, teacher bertanya “ siapa yang sebelum tidur, mencium mama dan papa?” dan anak-anak serempak menjawab “saya….saya…” sambil mengangkat tangan.
Lalu teacher meminta anak-anak untuk berbaring dan mencoba untuk 'tidur' sejenak. Apakah saat tidur, anak-anak bermimpi sesuatu?
Setelah 10 menit, teacher mengajak anak-anak untuk menceritakan mimpinya masing-masing…..
Athira: aku cuma tidur aja, tidak mimpi.
Zilla: aku mimpi di kerajaan ketemu Raja kemudian jadi princess terus menari nari, masuk dijadiin anak angkat oleh Ratu.
Panji: mimpi beli baju, celana, kaos dalam di mall puri.
Ekal: mimpi kalau udah gede naik pesawat.
Rayya: kekerajaan terus ada makanan yang enak-enak, ada raja dan ratunya ada putrinya, dan aku hanya melihat saja.
Sisi: pergi ke Carrefour beli susu, baju, celana, sepatu, main.
Timi: mimpi lihat pelangi. Ada tanaman bunga-bunga, di taman lihat pelangi.
Raia: mimpi tidur di bulan
Gian: mimpi dapat adik bayi, ada banyak uang, ada harimaunya
Nabil: mimpi naik kuda, jalan-jalan
Reihan: mimpi ke mall, main.
Abigael: mimpi ada bintang dan ada bunga yang layu terus di petik pangeran.
Mimpi umumnya kita kaitkan dengan masa depan (future) - mau jadi apa nanti atau apa yang ingin kita lakukan di kemudian hari. Namun, bagi anak-anak mimpi bisa saja mencerminkan hal-hal indah dan menyenangkan yang pernah mereka alami (past), ataupun harapan-harapan yang dapat mereka capai
(present).
Apa yang dikatakan oleh anak-anak menarik sekali - adakah sesuatu yang tersirat dalam ucapan sederhana tersebut? (Berikut adalah pemikiran dari bu shoba berdasarkan pengamatannya terhadap anak-anak )
Bagi Sisi, Panji, Reihan, dan Nabil, dibalik keinginan materi, sebenarnya ada harapan sederhana bahwa hari-hari mereka penuh dengan kehangatan dan kebersamaan dengan orang tua dan keluarga.
Gian juga demikian, ia ingin selalu bisa melindungi keluarga, harapannya adalah keluarganya sejahtera selalu.
Bagi Ekal dan Rayya, ada keterbatasan yang mereka rasakan untuk meraih apa yang diinginkannya. Perlu diselidiki lebih lanjut apa sebabnya untuk membantu mereka lebih percaya diri.
Timi pernah mengalami masa yang sulit saat ia baru pindah ke Jakarta. Namun saat ini, ia berada dalam suasana yang sangat nyaman.
Demikian juga Athira berada dalam suasana yang sangat nyaman pada saat ini.
Raia memiliki keyakinan bahwa ia bisa meraih yang tertinggi bagi dirinya.
Abigael mungkin mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi ada keyakinan bahwa sesuatu tersebut segera lenyap dan semua menjadi nyaman.
Zila melihat dirinya sebagai pemeran supporting dan bukan pemeran utama walaupun Zila umumnya senang untuk memimpin. Di rumah ada kakak, dan di sekolah ada teman-temannya, sehingga Zila menyadari bahwa ia tidak bisa selalu nomor 1.
Mungkin ada pemikiran lain dari pembaca..silahkan tinggalkan komentar anda...
Sabtu 17 Maret 2012, saraswati mengikuti lomba di Mekarsari yang diadakan oleh IGTKI Jakarta Barat. Kali ini anak-anak mengikuti tiga perlombaan yaitu tari kreasi, mewarnai gambar dan lari memindahkan bendera.
Akhirnya dua perlombaan mendapatkan piala yaitu Juara harapan II dari lomba tari kreasi dan sebagai Nominasi dari lomba lari memindahkan bendera.
Oh iya...perlombaan ini tingkat Jakarta Barat lho, yang pesertanya berasal dari berbagai TK di Jakarta Barat dengan jumlah peserta -/+ 6000 peserta.
Ternyata selama tahun ajaran 2011/2012, Saraswati telah meraih6 piala dari berbagai perlombaan di berbagai lokasi :D
Dalam rangka tema our culture, Saraswati melakukan kunjungan ke TMII.
Pagi hari, anak-anak sudah berkumpul di sekolah, mereka terlihat antusias….tepat jam 8 pagi, anak-anak sudah siap didalam bis untuk segera berangkat ke TMII, tapi ternyata dijalan macet lho. Ditengah kemacetananak-anak tetap ceria dan sibuk memberikan komentar pada apa yang mereka lihat.
Disekitar tomang saat macet, Abimanyu menunjuk ke sebuah mobil suzuki warna merah.
Abimanyu (Abi) : itu ada mobil laundry
Ternyata menurut bunda Abi, kalau didekat rumah, laundry keliling menggunakan mobil itu.
Akhirnya tiba juga di TMII, setelah membayar tiket masuk, bis langsung berkeliling untuk melihat anjungan provinsi yang ada di TMII. Perhentian pertama di anjungan Jogjakarta. Disini anak-anak melihat secara langsung kerajinan khas Jogja. Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk bergaya layaknya pemain gamelan lho!
Rayya: didalam istananya ada pangeran dan putrinya terus putrinya di gendong lho.
Raia: Iya, ada tempat tidur rajanya juga kak.
Timi: aku lihat ada patung besar dan hitam, perutnya gendut kak…
Ekal: kak kulitnya dari kulit apa?(sambil menunjuk wayang kulit)
Teacher: kulit sapi, Ekal.
Ekal: haah…besar dong.
Setelah dari anjungan jogja, kita lanjut ke anjungan Papua. Disana anak-anak melihat dari dekat berbagai kerajinan khas suku-suku asli Papua dan juga melihat rumah khas Papua.
Zila:aku takut waktu dirumah Papua kak.
Teacher: kenapa, Zil?
Zila: karena aku takut patungnya hidup,hiiii…..
Timi: Aku juga punya patung burung cendrawasi dirumah kak..
Setelah makan siang,,,saatnya untuk pulang. Anak-anak tertidur lelap didalam bis.
Di Saraswati, kunjungan yang relevan dengan topik kelas kami lakukan 2 sampai 3 kali per semester. Saraswati memang sering sekali jalan-jalannya. Dengan memberikan anak-anak pengalaman langsung saat pembahasan topik, makna topik jadi semakin mengena atau lebih bisa dipahami oleh anak-anak dan proses belajar pun menjadi sangat menyenangkan bagi anak-anak.
Anak-anak terlihat antusias dan sibuk memilih peran, ada yang menjadi kasir dan juga sebagai pembeli. Sambil membawa uang, merekapun bersiap untuk belanja (uang disiapkan oleh teacher)
Putri: Kak ini harganya berapa? (sambil menunjuk harga Rp.300,-)
Teacher: ini harganya 300, put, coba lihat angkanya, ada angka 3 lalu 0 nya ada dua.
Putri: (sambil membuka dompet berisi uang) Kak ini Putri punya uang 300, jadi Putri bisa beli susu dong.
Teacher: iya, Put.
Suasana semakin sibuk, karena banyaknya pelanggan.
Teacher:Abi, kenapa belanjaannya belum dimasukkan ke dalam plastik?
Abimanyu: belum, kan belum bayar
Abimanyu: Waahh….belanjaan Abi banyak banget nih. Nanti aku mau ke ATM dulu ahh, mau ambil uang untuk belanja, nanti ATMnya Abi pencet-pencet terus keluar uangnya deh.
Teacher: Put, kamu gantian dong, masa jadi kasir terus.
Putri: Gak mau ahh, Putri mau jadi kasir aja biar uangnya banyak, kan bunda gak punya uang, nanti dompet sama uangnya Putri bawa pulang ya.
Teacher : kenapa Put?
Putri: Mau Putri kasih ke bunda, bunda kan gak punya uang untuk beli susu Putri.
Teacher: iya Put, boleh.
Sambil bermain, anak-anak belajar mengenai huruf, angka, uang, klasifikasi serta urutan kegiatan sehari-hari di sekitar mereka. Mereka juga belajar bersosialisasi dan mengekspresikan pemikiran mereka. Semuanya terjadi melalui proses belajar yang begitu menyenangkan, yaitu sambil bermain.
Aktifitas science yang seru kembali di lakukan oleh anak-anak Saraswati. Kali ini mereka bermain dengan cahaya dan bayangan. Anak-anak terlihat sibuk menggambar dan mewarnai.
Gambar kemudian digunting dan ditempel pada sebatang kayu (sumpit). Ternyata mereka sedang membuat wayang/shadow puppet!
Teacher memberikan penjelasan mengenai cahaya pada anak-anak. Kemudian LIGHTS OUT! Wow! kelas menjadi gelap gulita dan hanya ada sedikit cahaya yang berasal dari lampu senter.
Teachers sudah menyiapkan sebuah pertunjukkan shadow puppet yang menarik. Pertunjukan kali ini berjudul 'Hansel and Gretel'..
Oh, ternyata dari sedikit cahaya maka akan dihasilkan suatu
bayangan, dan bayangan yang ditampilkan didepan anak-anak Saraswati dapat menghasilkan cerita yang mengasyikan.
Dari hal yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan science sehingga mudah dimengerti oleh mereka.
Apa lagi yang dilakukan oleh anak-anak dengan brosur supermarket?..mereka berinisiatif untuk menggunting dan menempelkannya di buku. Teacher melihat ini sebagai kesempatan yang baik untuk melatih 'reading skills' anak-anak - teacher menuliskan nama objek pada gambar secara acak dan anak-anak dengan antusias mencocokannya. Walaupun belum lancar membacanya karena kata-katanya cukup sulit, anak-anak mencocokannya dengan cara mengenal beginning sound dari kata-kata tersebut, misalnya, 'o' untuk 'orange', dan 'b' untuk 'beef'. Masih ada lagi lho! keesokan harinya, waktu untuk latihan 'Math'. Teacher sudah mengumpulkan gambar yang digunting lengkap dengan 'harga' dalam sebuah amplop. Anak-anak secara bergilir mengambil satu gambar dari amplop dan mencoba menyusun 'ribuan, ratusan, puluhan dan satuan' dengan alat Montessori Math.
Mmmm...bermain atau belajar ya? Bagi anak-anak terasa seperti bermain. 'Making learning fun' memang ciri khas kurikulum Saraswati.