Selama seminggu ini, anak-anak berebut ingin minta tambahan. Saat sudah waktunya pulang, beberapa anak tetap stay dan ingin ikut tambahan reading practice, ataupun menulis. Najwa yang masih duduk di TK A dengan sangat assertive, mengatakan pada Kak Herly, ‘Aku mau tambahan!’
Kak Herly: Mau tambahan sama siapa?
Najwa menunjuk ke Kak Herly: Duduk! (Kak Herly tunduk pada perintah Najwa) Aku mau mulai dari yang gampang! Ia mengambil sumpit yang biasa digunakan oleh Kak Herly untuk menunjuk pada kata-kata di buku.
Kak Herly: Ya terus fungsi aku apa?
Najwa (mengembalikan sumpit pada Kak Herly): Ini Kak, kakak yang tunjuk.
Berlanjutlah reading practice. Sementara reading berlangsung, datanglah bunda Nadia dan bunda Putra dan mereka mulai ngobrol.
Najwa (merasa terganggu): SSSSSTTTT!! Aku lagi belajar! (Sangat tegas dan jelas! Demikian calon pemimpin cilik kita!)
Dimana lagi kalau bukan di Saraswati anak-anak justru minta tambahan reading and writing practice ...
Sunday, August 16, 2009
Setelah dari Bali....reaksi anak-anak
Kak Helen : Iya, pengalamanku di Bali sangat menyenangkan, Kak Helen pertama kali naik pesawat, terus jalan-jalan ke pantai..(OOOPS!!! Wrong Start, Kak! Saat mengumumkan bahwa teachers akan ke Bali untuk studi banding, Gede sudah protes, Koq enak-enakan ke Bali..? lihat posting blog sebelumnya)
Gede : Tuh kan! Guru-guru ke Bali enak-enakan!!!!!
Kak Helen coba mengalihkan: O iya, kita ke Green School, sekolahnya itu di tengah hutan, dan bangunan kelasnya terdiri dari bamboo….(sambil menunjukkan foto-foto di komputer). Anak-anak banyak belajar di alam. Sekali-kali kalau kepanasan, anak-anak bisa masuk kedalam ruangan balon karet yang kemudian digembungkan dengan angin dingin dari AC. Ada juga ruang kelas bertingkat dari bamboo yang dibangun oleh anak-anak SMP.
Gede : Tuh kan! Guru-guru ke Bali enak-enakan!!!!!
Kak Helen coba mengalihkan: O iya, kita ke Green School, sekolahnya itu di tengah hutan, dan bangunan kelasnya terdiri dari bamboo….(sambil menunjukkan foto-foto di komputer). Anak-anak banyak belajar di alam. Sekali-kali kalau kepanasan, anak-anak bisa masuk kedalam ruangan balon karet yang kemudian digembungkan dengan angin dingin dari AC. Ada juga ruang kelas bertingkat dari bamboo yang dibangun oleh anak-anak SMP.
Anak-anak berebut mendekati komputer. Muncul foto Kak Fida sedang ngepel. ‘Tuh kan, anak-anak teachers kerja lho di Bali’. 
Yoda: Kaya pembantu!
Kak Fida kemudian melanjutkan bercerita mengenai istana presiden di Tampak Siring. Olla, Keisya, dan Dinda yang pernah ikut graduation party di anjungan Bali di Taman Mini, mengatakan ‘Kaya di Taman Mini.’
Kak Fida: Iya, di Bali, hampir semua bangunan seperti ini.
Yoda: Kaya pembantu!
Kak Fida kemudian melanjutkan bercerita mengenai istana presiden di Tampak Siring. Olla, Keisya, dan Dinda yang pernah ikut graduation party di anjungan Bali di Taman Mini, mengatakan ‘Kaya di Taman Mini.’
Kak Fida: Iya, di Bali, hampir semua bangunan seperti ini.
Teachers kemudian bercerita mengenai monkeys di monkey forest, danau-danau yang indah, goa gajah - tempat orang-bermeditasi, dan ada juga pohon besar yang umurnya sudah 300 tahun.
Tanpa disadari, muncul foto Kak Herly dan bu Shoba sedang body surfing di pantai Kuta…OOOPS!!!! Sebelum anak-anak protes, Kak Herly mengatakan, ‘ Nah, di foto ini, Kak Herly dan Bu Shoba sedang body surfing untuk observasi air laut itu seperti apa, ternyata asin sekali’. Tampaknya penjelasan Kak Herly cukup memuaskan dan tidak ada yang protes. Rupanya kata kuncinya adalah ‘OBSERVASI’. Di monkey forest observasi monkeys, observasi danau di Gn. Batur, di goa gajah observasi goa dst…Aman deh kakak-kakak dari protes anak-anak!
Tanpa disadari, muncul foto Kak Herly dan bu Shoba sedang body surfing di pantai Kuta…OOOPS!!!! Sebelum anak-anak protes, Kak Herly mengatakan, ‘ Nah, di foto ini, Kak Herly dan Bu Shoba sedang body surfing untuk observasi air laut itu seperti apa, ternyata asin sekali’. Tampaknya penjelasan Kak Herly cukup memuaskan dan tidak ada yang protes. Rupanya kata kuncinya adalah ‘OBSERVASI’. Di monkey forest observasi monkeys, observasi danau di Gn. Batur, di goa gajah observasi goa dst…Aman deh kakak-kakak dari protes anak-anak!
Saturday, August 1, 2009
Protes karena guru-guru mau ke Bali
Hari Kamis yang lalu anak-anak berkumpul di karpet sebelum pulang karena kakak akan membagikan surat. 'Surat apa, kak?', tanya anak-anak.
TEacher (sambil membacakan surat): Diberitahukan pada anak-anak bahwa hari Senin tgl 3 Agustus sampai hari Jumat tgl 7, agustus, anak-anak libur dan main di rumah karena teachers akan pergi ke Bali untuk studi banding.
Anak-anak bersorak kecewa : 'WUUUUUUUUUUUU....'
Gede: Lho kok enak enakan guru-guru ke Bali??!!!
Teacher: Guru-guru ke Bali mau studi banding.
Gede: studi banding itu apa?
Teacher: Studi banding itu jadi guru guru mau ke melihat Green School, sekolahnya seperti apa, anak-anaknya bagaimana?....
Anak-anak: O........
Popo: Kakak juga ikut?
Teacher: KAkak tidak ikut kasihan baby di rumah.
Popo: Yaaa..kasihan amat!
Teacher : Jadi Anak-anak tahukan kenapa teachers mau ke Bali?
Gede: Iya, mau kerja
Keesokan harinya, hari Jumat, saat circle time, anak-anak tidak seperti biasanya. Tidak ada yang berebut untuk berbicara dan suasana sunyi. Saat teacher memberikan pertanyaan, tidak ada yang menjawab.
Teacher: Anak-anak kenapa, mana suaranya?
Yoda: Suaranya di Bali!!!
Terdengar seorang anak menyeletuk : 'nyawanya sudah di Bali!!!
Wah, ternyata anak-anak masih setengah hati memperbolehkan teachers pergi tanpa mereka.
TEacher (sambil membacakan surat): Diberitahukan pada anak-anak bahwa hari Senin tgl 3 Agustus sampai hari Jumat tgl 7, agustus, anak-anak libur dan main di rumah karena teachers akan pergi ke Bali untuk studi banding.
Anak-anak bersorak kecewa : 'WUUUUUUUUUUUU....'
Gede: Lho kok enak enakan guru-guru ke Bali??!!!
Teacher: Guru-guru ke Bali mau studi banding.
Gede: studi banding itu apa?
Teacher: Studi banding itu jadi guru guru mau ke melihat Green School, sekolahnya seperti apa, anak-anaknya bagaimana?....
Anak-anak: O........
Popo: Kakak juga ikut?
Teacher: KAkak tidak ikut kasihan baby di rumah.
Popo: Yaaa..kasihan amat!
Teacher : Jadi Anak-anak tahukan kenapa teachers mau ke Bali?
Gede: Iya, mau kerja
Keesokan harinya, hari Jumat, saat circle time, anak-anak tidak seperti biasanya. Tidak ada yang berebut untuk berbicara dan suasana sunyi. Saat teacher memberikan pertanyaan, tidak ada yang menjawab.
Teacher: Anak-anak kenapa, mana suaranya?
Yoda: Suaranya di Bali!!!
Terdengar seorang anak menyeletuk : 'nyawanya sudah di Bali!!!
Wah, ternyata anak-anak masih setengah hati memperbolehkan teachers pergi tanpa mereka.
Monday, July 27, 2009
Proses Penyesuaian anak saat awal tahun ajaran
Awal tahun ajaran baru biasanya merupakan waktu penyesuaian bagi anak-anak, teachers, maupun orang tua. Bagi anak-anak, mereka harus menyesuaikan dengan teman-teman baru, suasana baru di kelas yang berbeda dengan wali kelas yang berbeda. Wujud dari penyesuaian ini pun berbeda – ada yang tidak sabaran dengan adik PG, ada yang bersikap ketus terhadap teman barunya maupun wali kelas yang baru. Ada yang meminjam ‘mainan’ di kelas tanpa memberitahu teacher. Maka, berbagai tantangan sudah menghadapi para teachers beberapa minggu terakhir ini. Para teachers harus mempelajari karakter anak masing-masing dan mencoba membantu anak-anak untuk bisa menyesuaikan diri dengan lebih baik. Berikut beberapa anekdot menarik yang menggambarkan suasana di sekolah beberapa minggu terakhir ini
Anak yang berperilaku ‘jutek’
Anak : Emmm…aku ngga mau nulis! aku ngga mau masuk kelas!(dengan nada yang sangat ketus)
Teacher mencoba membujuknya.
Anak : Huh! Aku nggak mau, disini aja! (sambil ‘membuang muka’, dengan ekspresi yang menyatakan bahwa ia tidak akan berubah pikiran. Kemudian masih dengan nada ‘juteknya’, ia melanjutkan, ‘ Aku punya buku baru!’ (seolah teacher seharusnya sudah mengetahui hal itu).
Teacher menanggapi, (mengikuti nada si anak): Aku juga punya!
Anak: Buku baru aku bagus! (seolah tidak mau kalah dengan teacher)
Teacher: Buku baru aku dong ada 3, tuh lihat! (teacher menunjukkan buku berbahasa Inggris yang memang seharusnya dibagikan pada anak-anak).
Si anak menoleh dengan rasa ingin tahu terhadap buku-buku tersebut.
Teacher: Aku mau bagikan ke teman-teman!
Anak : Ya udah, aku juga mau ikut. (Anak ikut masuk kelas dengan teacher). Saat dibagikan, si anak berteriak dengan sangat bahagia, ‘iiiiiiiihhhh….bagus sekali bukunya.’
Selesai permasalahan!…seringkali teacher harus menjadi seperti anak-anak dan berdialog bagaikan seusia anak-anak untuk menyelesaikan masalah.
Adik playgroup ingin ikut main dengan kakak TK
Gede, Yoda, dan Vincent sedang bermain bola bertiga. Vincent, dengan ukuran badan yang lebih kecil , lagi-lagi kalah gesit dalam menendang bola, sehingga ia tidak dapat kesempatan menendang bola. Vincent terlihat mulai kesal. Giovanni, adik PG, baru datang dan ingin ikut bermain. Dengan ucapan yang masih belum sempurna, ia berkata, ‘Gio mau olah raga, ini kan olah raga..’.
Vincent (dengan muka yang masih kesal karena tidak mendapat bola): Bukan! Olah raganya udah tadi pagi.
Gio tetap cuek dan terus berseru, ‘ini kan olah raga’, sambil mencoba menendang bola.
Vincent mengadu pada teacher : Kak, olahraga kan udah ya tadi pagi.
Teacher tidak langsung member tanggapan, namun tetap memperhatikan anak-anak.
Gede dan Yoda yang sedang asyik bermain mulai merasa terganggu dengan Gio. Tanpa berkata, Yoda ( dengan penuh kesadaran bahwa Gio masih kecil) perlahan menarik tangan Gio dan mendudukannya di mobil-mobilan. Lalu ia kembali bermain.
Gio hanya sebentar bertahan di mobil-mobilannya, lalu ia pun kembali ikut bermain bola. Yoda sekali lagi mengajaknya dan kali ini mendudukannya di perosotan (agak lebih jauh). Perhatian Gio tergeser ke bak pasir.
Permainan bola pun berlanjut. Vincent tetap tidak mendapatkan kesempatan menendang bola.
Vincent ( keesokan harinya, saat baru datang ke sekolah) : Aku lagi sebel!
Teacher: Sama siapa?
Vincent : Tuh, tuh, yang baju biru, sama yang baju kotak-kotak!
Teacher: Memangnya kenapa?
Vincent : Abis, kemarin main bola, aku nggak dikasih tendang.
Teacher: Ya sudah! Yang kemarin-kemarin kita tidak menyimpan dendam. Untuk sementara, instruksi teacher cukup untuk meredakan emosi Vincent.
Beberapa insiden lainnya seperti saat anak membawa pulang mainan sekolah tanpa memberitahu teacher. Untuk ini, teacher memainkan drama kecil. Saat memperhatikan teachers main drama, si anak tidak memberikan respons. Ia terus melanjutkan permainan seolah tidak pernah terjadi sesuatu dengan dirinya. Namun beberapa hari kemudian si anak datang ke teacher dan mengatakan,’ Kak, pinjam Bronto; Kak, aku pinjam 1 lho!’ Ternyata pesan drama teachers sampai juga pada sasaran.
Anak yang berperilaku ‘jutek’
Anak : Emmm…aku ngga mau nulis! aku ngga mau masuk kelas!(dengan nada yang sangat ketus)
Teacher mencoba membujuknya.
Anak : Huh! Aku nggak mau, disini aja! (sambil ‘membuang muka’, dengan ekspresi yang menyatakan bahwa ia tidak akan berubah pikiran. Kemudian masih dengan nada ‘juteknya’, ia melanjutkan, ‘ Aku punya buku baru!’ (seolah teacher seharusnya sudah mengetahui hal itu).
Teacher menanggapi, (mengikuti nada si anak): Aku juga punya!
Anak: Buku baru aku bagus! (seolah tidak mau kalah dengan teacher)
Teacher: Buku baru aku dong ada 3, tuh lihat! (teacher menunjukkan buku berbahasa Inggris yang memang seharusnya dibagikan pada anak-anak).
Si anak menoleh dengan rasa ingin tahu terhadap buku-buku tersebut.
Teacher: Aku mau bagikan ke teman-teman!
Anak : Ya udah, aku juga mau ikut. (Anak ikut masuk kelas dengan teacher). Saat dibagikan, si anak berteriak dengan sangat bahagia, ‘iiiiiiiihhhh….bagus sekali bukunya.’
Selesai permasalahan!…seringkali teacher harus menjadi seperti anak-anak dan berdialog bagaikan seusia anak-anak untuk menyelesaikan masalah.
Adik playgroup ingin ikut main dengan kakak TK
Gede, Yoda, dan Vincent sedang bermain bola bertiga. Vincent, dengan ukuran badan yang lebih kecil , lagi-lagi kalah gesit dalam menendang bola, sehingga ia tidak dapat kesempatan menendang bola. Vincent terlihat mulai kesal. Giovanni, adik PG, baru datang dan ingin ikut bermain. Dengan ucapan yang masih belum sempurna, ia berkata, ‘Gio mau olah raga, ini kan olah raga..’.
Vincent (dengan muka yang masih kesal karena tidak mendapat bola): Bukan! Olah raganya udah tadi pagi.
Gio tetap cuek dan terus berseru, ‘ini kan olah raga’, sambil mencoba menendang bola.
Vincent mengadu pada teacher : Kak, olahraga kan udah ya tadi pagi.
Teacher tidak langsung member tanggapan, namun tetap memperhatikan anak-anak.
Gede dan Yoda yang sedang asyik bermain mulai merasa terganggu dengan Gio. Tanpa berkata, Yoda ( dengan penuh kesadaran bahwa Gio masih kecil) perlahan menarik tangan Gio dan mendudukannya di mobil-mobilan. Lalu ia kembali bermain.
Gio hanya sebentar bertahan di mobil-mobilannya, lalu ia pun kembali ikut bermain bola. Yoda sekali lagi mengajaknya dan kali ini mendudukannya di perosotan (agak lebih jauh). Perhatian Gio tergeser ke bak pasir.
Permainan bola pun berlanjut. Vincent tetap tidak mendapatkan kesempatan menendang bola.
Vincent ( keesokan harinya, saat baru datang ke sekolah) : Aku lagi sebel!
Teacher: Sama siapa?
Vincent : Tuh, tuh, yang baju biru, sama yang baju kotak-kotak!
Teacher: Memangnya kenapa?
Vincent : Abis, kemarin main bola, aku nggak dikasih tendang.
Teacher: Ya sudah! Yang kemarin-kemarin kita tidak menyimpan dendam. Untuk sementara, instruksi teacher cukup untuk meredakan emosi Vincent.
Beberapa insiden lainnya seperti saat anak membawa pulang mainan sekolah tanpa memberitahu teacher. Untuk ini, teacher memainkan drama kecil. Saat memperhatikan teachers main drama, si anak tidak memberikan respons. Ia terus melanjutkan permainan seolah tidak pernah terjadi sesuatu dengan dirinya. Namun beberapa hari kemudian si anak datang ke teacher dan mengatakan,’ Kak, pinjam Bronto; Kak, aku pinjam 1 lho!’ Ternyata pesan drama teachers sampai juga pada sasaran.
Sunday, July 26, 2009
Pembinaan Tenaga Pendidik PAUD non formal
pembinaan tenaga pendidik PAUD non formal, membawakan materi mengenai ‘Teknik Mengajar dan Bermain Edukatif’. Lokasi acara di Cisarua, Puncak. Tentunya seluruh tim Saraswati ikut serta, kecuali Kak Fida yang diutus menjaga gawang. Para partisipan yang terdiri dari 35 orang sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh tim Saraswati – so far workshop ini yang paling seru menurut teachers,
karena partisipasi yang sangat aktif dari
para peserta.
Talk Show Bobo Fair 4 July 2009
Kelangsungan talk show Bobo Fair tgl 4 juli 2009 awalnya cukup menghawatirkan karena berlangsung bersamaan dengan kampanye terakhir SBY. Tidak kebayang keramaian di Senayan pada waktu itu. Namun demikian, pengunjung Bobo Fair ternyata full house, dan talk showpun berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari pengunjung, yang banyak bertanya seputar soal psikologi anak.
Friday, July 10, 2009
Graduation Party Villa Pakis Asri Bogor
P E R F O R M A N C E ...... 'Save the Animals'
Special thanks to Ayah Alil for coordinating the whole event, also to ibu komite who is everready to support all school events; to Popo's parents for helping out; to Hammam's father for leading the games for the adults; to Putra's mom for stitching the children's costumes;Nanda's mom for becoming the MC, to Vira's grandparents for the free tshirts, and of course all our wonderful 'parents' for participating in the unforgettable event.
Subscribe to:
Posts (Atom)