Friday, December 24, 2010

When 'waiting' becomes sooo..meaningful!


Imagine a bunch of 4 and 5 year olds, waiting quietly without a sound for a good 15 minutes….Impossible, right?
SO WRONG!

Mendekati akhir semester, anak-anak dikunjungi oleh tamu istimewa…Sammy, the turtle! Saat Sammy datang, didalam sebuah keranjang tertutup…anak-anak sedang sibuk melakukan berbagai kegiatan di kelas.
Beberapa anak berlarian mendekati teacher…’Bawa apa….apa itu?’ Yodha menoleh, tetapi tetap duduk di meja kegiatannya. Dengan nada yang dewasa, ia berkata ‘Aku tahu, pasti binatang!’ Lalu ia senyum lebar dan segera ikut mendekat. Ternyata ia juga sangat ingin tahu binatang apa yang ada di dalam keranjang.

Sebelum Sammy dikeluarkan dari keranjangnya, Teacher menjelaskan bahwa Sammy harus didekati dengan sangat hati-hati. Jika terlalu ribut, Sammy takut dan akan sembunyi di dalam cangkangnya. Anak-anak langsung membuat lingkaran dan saling mengingatkan untuk diam. Mereka ingin sekali melihat Sammy mengeluarkan kepalanya. Demikianlah selama 10 menit selanjutnya, anak-anak mengelilingi Sammy dengan penuh kesabaran dan kesunyian.

Kesimpulan: pembiasaan perilaku yang sulit sekalipun bisa diajarkan pada anak-anak asalkan dengan cara yang bermakna bagi mereka.

MERRY CHRISTMAS bagi yang merayakan dan HAPPY NEW YEAR 2011.
C u back at School January 5, 2011.

Performance di Senayan City





Beberapa performance dalam acara DORA di Senayan City awal Desember yang lalu…Nursery Rhymes (5 little monkeys/5 Brown Buns/3 Jelly Fish); Drama: the Princess and the Frog, Tarian Tradisional Sumatera Tor Tor ; Fun and games

Saturday, November 13, 2010

Let's Measure!


‘Let us Measure’ has been an extended topic this semester. The children learned to measure length with their hands and feet, also using a ruler and a measuring tape. They measured almost everything in the classroom – the tables, chairs, doors and windows, the book rack and more..

Moving on from objects to measure their own bodies, the children enthusiastically measured their own weight, height, arm length, waist and more…Dylan also measured the length of his finger!

Still more measuring during cooking class (Pizza Math)…like how much flour and yeast need to go into the mixing bowl to make pizza dough. Then there are mushroom pieces to count.. teacher says each child gets to add in 4 pieces to make the topping. ‘Hmmm…but how do we divide the grated cheese?’ We can’t count it. The children thought hard…’Pakai sendok aja’, offered a child. ‘That’s a very good suggestion’, said Teacher.

The pizza was all baked and ready to eat. 'Not just yet, Children! There’s still one more problem to solve.' Terutama untuk anak-anak TKB..’Pizzanya ada 2 loyang’…'Anak-anaknya di meja TKB ada 9..bagaimana kita membaginya?' Yoda and Putra volunteered to solve the problem. Finally! it was time to eat the pizza….mmmm so good sampai mama Rean ingin tahu resepnya…orang tua bisa meminta resepnya ke K. Tri.

Wednesday, November 10, 2010

Ngomong-ngomong soal presiden

Saat circle time kemarin pagi, teachers membuka diskusi mengenai tema 'My country' dengan menanyakan kepada anak-anak, ' Siapa yang tahu nama President Indonesia?' Rata-rata anak-anak menjawab, 'SBY'. Hanya Putra yang tahu nama lengkap Presiden.

Reno: Kak, Soekarno gambarnya bagaimana?
Teacher: Soekarno Presiden kita yang pertama. Nanti kakak carikan dulu ya fotonya.
Popo: Kak, presiden kenapa ganti-ganti?
Teacher : Presiden ada masa jabatannya - 5 tahun. Setelah 5 tahun kalau dipilih lagi oleh rakyat, presidennya tetap sama

Teacher kemudian menjelaskan mengenai Wakil Presiden.
Raga : Presiden kita siapa aja, Kak..mana fotonya?
Teacher menyebutkan satu per satu, namun untuk fotonya akan dicari dulu.

Circle time tadi pagi, teachers review apa yang dibahas kemarin. Rupanya anak-anak banyak yang menonton televisi menanyangkan kedatangan Obama ke Indonesia.

Teacher: Siapa Presiden kita?
Raga : Obama!
Teacher: Obama Presiden Amerika Serikat, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
Ghia/Reno : Kak, semalam aku lihat Obama di TV
Ghia : Kak, Obama kan pernah tinggal di Indonesia...SDnya di Menteng.
Popo: Kalau wakil Presiden Obama Siapa, Kak?
Teacher: Wah...siapa ya wakilnya..ngga pernah denger, nanti kakak caritahu dulu ya.
Reno: Kak, koq SBY bersulang?
Teacher : O itu sama seperti kita kalau tos (coba Reno tos..TOS!)..tos untuk kedamaian kedua negara.

Monday, November 8, 2010

At the Butterfly Farm

Tgl 28 oktober yang lalu, saraswati preschoolers outing ke taman kupu-kupu dan rumah sosis di bandung - sebuah pengalaman yang sangat menarik bagi anak-anak..


Dylan : Memang harus pake topi? (anak-anak diberikan topi berwarna-warni saat masuk ke taman kupu)
Guide : Iya..supaya kupu-kupu hinggap di topi. Kupu kan senang warna cerah



Dylan: Kenapa bentuk kempompong beda-beda?
Guide : Iya, kupu yang keluar juga berbeda macamnya.

Gian: iiiii..ulatnya gede! Serem!



Tiana : Yang ini mati ya?


Guide: Ini ngga mati.. dia baru keluar dari kepompong istirahat dulu..

nggak langsung terbang.

Guide: Kalau mau pegang kupu dari badannya bukan sayapnya. Kalau dari sayapnya, mengurangi umurnya.

Hasbi : aku takut pegang
Mama Hasbi memberikan contoh pada Hasbi tapi Hasbi tetap takut.

Selesai di taman kupu-kupu, anak-anak puas bermain di playground. (untuk foto-foto akan diupload ke FB...)

Thursday, November 4, 2010

Dadu tersangkut di plafond

Hasbi sedang bermain dengan dadu yang digunakan oleh anak-anak untuk floor game. Ia melemparnya terlalu tinggi sehingga tersangkut di plafon.
Hasbi: Kak, lihat dadunya di atas.

Teacher mengambil kesempatan ini untuk melatih problem solving skills anak-anak. Teacher mengajak anak-anak untuk memikirkan solusinya bersama.

Reno : Pakai tangga yang panjang, diambil pakai tangga
Teacher: Kalau tidak ada tangga?
Reno : Ngga bisa!
Dylan : Pakai sarang laba-laba! (spiderman!)
Yoda : Pakai tangga gede, pakai sapu, pinggirin lalu jatuhin! (sangat detail!)
Reihan: Pakai tangga, di rumah lama ada tangga. Kalau ngga ada tangga ngga bisa ambil.
Dinda/Sisi : Pakai kursi yang tinggi, lalu pakai sapu, ambil deh dadunya.

Teacher: Ok, sekarang kita kumpul disini, semuanya berdiri...siapa diantara anak-anak yang paling tinggi akan coba mengambil dadunya.
Anak-anak kemudian sibuk membandingkan tinggi badan masing-masing dan menyimpulkan bahwa Dylan yang paling tinggi diantara mereka (pelajaran matematika yang sangat praktis!)..." Dylan, Kak".
Lalu Dylan mencoba, ternyata tidak cukup tinggi. Raga, Yoda, dan Dinda juga mencoba, tetapi masih tidak bisa diambil.

Teacher: Bagaimana, apakah ada ide lagi?
Anak-anak : Kakak aja yang naik.
Teacher: Ok, tolong pegang kursinya biar kakak naik. Dengan bantuan sapu, akhirnya dadu bisa dijatuhkan.
anak-anak : YES!!!!

Kegiatan seperti ini terlihat sederhana,sehingga seringkali dianggap sepele. Namun, justru kegiatan sehari-hari seperti inilah yang memiliki makna pendidikan yang tidak ternilai. Soft skills anak-anak (dalam hal ini problem solving) terlatih. Manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat seperti kemampuan calistung, tapi dalam jangka panjang, soft skill seperti ini akan sangat membantu anak.

Gunung meletus

Sesuai dengan kejadian aktual, kegiatan sains di kelas kali ini adalah peragaan gunung meletus. Anak-anak ternyata cukup aware tentang kejadian disekitar mereka. Berikut pemikiran dan imajinasi mereka mengenai gunung meletus.

Najwa : Kak, tahu ngga, kenapa mbah Marijan meninggal? Kan dia karena tahan napas
Zilla: Karena kena letusan gunung Merapi, Kak.
Teacher: Gunung yang meletus dimana, ada yang tahu?
Raga : Yogya, Kak...orang-orang tidak bisa napas udara kotor, harus udara bersih.
Najwa : Kak, gunung terbuat dari apa?
Teacher: Gunung berapi itu ada batu-batuan,ada gas-gas panas, ada lava
Najwa : Coba gunung dari eskrim...kalau meletus bisa dimakan
Gia: Coba gunung dari coklat, kalau meletus orang-orang bisa makan coklat
Hasbi : Pernah nonton TV gunung meletus!
Najwa: Kalau gunung meletus, tanahnya goyang
Tiana : Kak, ada hujan meteor!